Home How to Buy Site Map About Us Contact Us
TOKO SPAREPART AC MOBIL ONLINE
0 item


 2 user sedang online
 Anda pengunjung ke-33,778
 DEWI :
 WATI :
 Search:
28 November 2007
MENGAPA HARUS FREON R-134....?
Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sepakat meningkatkan pengawasan terhadap bahan-bahan perusak ozon (BPO).... detail

27 November 2007
BEBERAPA TIPS TAMBAHAN UNTUK AC MOBIL ANDA
Berkendaraan Mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC) bekerja sempurna. Sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar... detail

» index berita
Kuniomi Ando Yamady  :  014-007-3113
Kuniomi Ando Yamady  : 141-000-656-7788
Info AC Mobil
John Henry - Biak, Papua
Saya cukup senang setelah menerima kiriman barang pesanan compresor AC mobil yang saya butuhkan dan sangat membantu sekali karena sebelumnya saya sangat kesulitan untuk mendapatkan produk tersebut di ... detail

Mochamad Albugis-Malaha,Ternate,Maluku Utara
Pada mulanya agak bingung juga saya harus mencari spareparts pengganti untuk AC Mobil PANTHER saya yang sudah rusak akibat korosi, dan saya cuba search, ternyata saya temukan web yang menyediakan prod... detail

» isi testimonial
» lihat testimonial
News

MENGAPA HARUS FREON R-134....?

28 November 2007

Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sepakat meningkatkan pengawasan terhadap bahan-bahan perusak ozon (BPO). Pengawasan di pelabuhan-pelabuhan akan diperketat untuk mencapai target penghapusan BPO tahun 2007.

Kesepakatan kerja sama peningkatan pengawasan BPO ditandatangani hari Senin (12/12) di Jakarta oleh Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Masnellyarti Hilman dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman. KLH menyerahkan 20 alat pendeteksi BPO kepada Ditjen Bea dan Cukai.

Menurut Eddy alat tersebut akan disebar pada pelabuhan-pelabuhan utama dan pelabuhan yang dinilai rawan sebagai jalan masuk BPO. Alat itu dapat mengidentifikasi secara dini masuknya BPO di pelabuhan. Segera kami dapat mengontak petugas dari KLH untuk memastikan spesifikasinya. Dengan demikian tidak lagi melalui jalur birokrasi yang panjang, kata Eddy.

Terkait dengan itu, Eddy mengharapkan kesepakatan tersebut ditindaklanjuti dengan membentuk semacam petugas penghubung dari kedua pihak. Petugas penghubung itu dibutuhkan agar kedua pihak dapat menjalin komunikasi secara terus-menerus. Apalagi, kata Eddy, pengawasan lalu lintas pelabuhan yang terkait dengan urusan lingkungan hidup bukan hanya terhadap BPO, melainkan juga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Masnellyarti mengatakan, kerangka kerja sama itu juga meliputi pelatihan bagi petugas Bea dan Cukai mengenai BPO. Perlu pemahaman yang mendalam mengenai BPO ini, karena importir pun semakin banyak akal untuk meloloskan barangnya di pelabuhan, katanya.

Modus yang selama ini digunakan penyelundup BPO maupun limbah B3, kata Eddy, adalah dengan mencantumkan nama barang tidak sesuai dengan isi kontainer. Biasanya importir mendeklarasikan barangnya sebagai freon yang masih dibolehkan, misalnya R-134, padahal isinya ternyata R-12 yang tidak ramah lingkungan. Demikian pula penyelundupan limbah B3 yang dalam dokumennya disebutkan sebagai waste papers (kertas bekas).

Masnellyarti menambahkan, kesepakatan peningkatan pengawasan BPO itu sangat menunjang pengendalian penggunaan dan penghentian konsumsi BPO secara bertahap hingga tahun 2007.







Baca juga
  » 27 November 2007
AGAR AC MOBIL ANDA TETAP BAIK DAN NYAMAN
Salah satu cara untuk mendukung kenyamanan saat mengendarai mobil dalam perjalanan adalah dengan menggunakan AC(Air Condition)...

  » 27 November 2007
BEBERAPA TIPS TAMBAHAN UNTUK AC MOBIL ANDA
Berkendaraan Mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC) bekerja sempurna. Sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar...


Home | How to Buy | Site Map | About Us | Contact Us